Perubahan menurut Anies Baswedan

 

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dari koalisi perubahan yang diusung oleh 4 partai diantaranya Nasdem, PKS, PKB dan partai umat.

Pasangan Nomor urut 1 Anies  Muhaimin atau disingkat AMIN mengusung visi perubahan, misi perubahan yang dibawakan oleh AMIN (Anis Muhaimin) mendapat sambutan baik dari masyarakat Indonesia terutama masyarakat yang merasa tidak puas dengan kinerja presiden Joko Widodo selama 10 tahun.

Namun, tidak sedikit juga masyarakat yang mengkritik dan mempertanyakan terkait visi perubahan dari paslon nomor urut 1 Anis Muhaimin atau disingkat AMIN mengenai perubahan yang dimaksudkan.

Sementara dua koalisi lainnya yaitu Prabowo Gibran dan Ganjar Mahfud sama-sama mengusung koalisi keberlanjutan hal ini diungkapkan oleh Prabowo dan Ganjar di beberapa kesempatan bahwa apa yang dicapai oleh presiden Jokowi dodo sudah baik tinggal bagaimana pemimpin yang akan datang meneruskan proyek-proyek yang dikerjakan oleh pemerintah saat ini salah satunya adalah proyek strategi nasional atau IKN.

Dalam sebuah wawancara disalah satu stasiun televisi, dimana seorang jurnalis menanyakan kepada Anis tentang perubahan yang dimaksud oleh pasangan AMIN.

Anis menjelaskan bahwa, banyak orang yang salah memaknai arti dari kata perubahan, perubahan itu mencakup empat aspek. Pertama; Sesuatu yang baik akan diteruskan kedua; Sesuatu yang kurang akan ditingkatkan, Ketiga; Sesuatu yang buruk/tidak bermanfaat akan dihentikan, dan yang ke-Empat; sesuatu yang belum ada kemudian diadakan.

Maka, empat aspek inilah yang menjadi dasar Anies Muhaimin mengusung tema perubahan. Namun kebanyakan persepsi orang mengenai perubahan hanya pada poin 3 dan poin 4. 

lanjut Anis, padahal perubahan itu tidak selalu menghadirkan sesuatu yang baru dan menggantikan sesuatu yang ada tetapi perubahan itu mencakup poin 1 dan poin 2 yaitu sesuatu yang baik akan diteruskan dan ditingkatkan sedangkan suatu yang kurang perlu untuk diperbaiki dan ditata ulang.

Anis berpesan bahwa, jangan lagi ada asumsi yang mengatakan bahwa bila nanti pasangan AMIN yang memimpin lalu kemudian semua yang dirasakan baik saat ini lalu dirubah atau diganti tetapi pasangan amin akan meneruskan dan meningkatkan semua yang sudah baik dan benar yang ada saat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STOP NORMALISASI HAL NYElENEH

TANTANGAN DIMASA MUDA