TANTANGAN DIMASA MUDA

@mustari san karir muda

Masa mudah memang masa yang penuh dengan tantangan. dimana pada masa itu seorang akan dihadapkan dengan sebuah rasa keingintahuan terhadap sesuatu yang baru.

Pada dasarnya, ketika seseorang yang sudah masuk usia baliq maka, naluri untuk mencoba sesuatu yang baru akan terbangun dalam dirinya.

Sehingga, disini dia akan dihadapkan pada sebuah pilihan. Apakah menunggu saat yang tepat atau harus memilih keputusan dini untuk memiliki atau mencoba sesuatu yang baru itu.

Hal ini terdorong oleh sebuah rasa keingin tahuan, disebabkan faktor lingkungan atau faktor pergaulan. Sehingga dari sana banyak melihat prilaku orang-orang berupa adegan yang tidak pada tempat dan waktunya yang tepat.

Berdasarkan hal demikian, tak jarang orang kehilangan kesabaran untuk mersakan sebagaimana yang dilihat atau didengarnya dalam pergaulan keseharian maupun dilingkungan sekitarnya. tanpa memikirkan resiko atau konsekuensi yang akan ditanggung dikemudian harinya.

Bahkan banyak yang mengambil keputusan secara tergesa gesa tanpa megukur kemampuan diri untuk memiliki hal tersebut, Sehingga pada akhirnya tak sedikit yang lari dari sebuah kenyataan atas sebuah pilihan.

seperti halnya orang yang sedang berpuasa. seperti yang kita ketahui bahwa, ketika seorang berpuasa maka semua kemauan atau hasrat akan dibatasi.

Sebagaimana yang kita alami, ketika sedang menjalankan puasa baik sunnah maupun wajib, tentunya berbagai macam godaan akan mengahatui kita. Baik berupa makanan enak ataupun minuman bahkan nafsuh birahi tak terluput.

Semuanya kita menginginkan yang itu dan yang ini, namun ketika tiba saatnya untuk berbuka, terkadang yang tadi kita doyan untuk mencicipi atau merasakan yang ini dan yang itu, kini tak sanggup lagi dengan segelas air putih yang kita teguk sudah merasa cukup terhadap segala keinginan pada siang harinya.

terkadang menu yang dihidangkan tidak dapat dicicip atau dikonsumsi semua. Hal ini karena daya tampung pada perut tidak memadai. Sehingga hal ini memberikan pelajaran yang berharga bagi kita bahwa, antara keinginan dan kebutuhan tidak sinkron.

Keinginan lebih condong terhadap kemauan hafwa nafsu yang tidak terbatas, sementara kebutuhan hanya terbatas pada daya tampung atau volume yang dibutuhkan.

Maka tidak jarang kita temukan, ada orang yang memilih berbuka puasa sebelum waktunya tiba, disebabkan karena ketidak sabaran terhadap makanan dan minuman yang ada dalam fikiran atau yang ada dihadapannya. Tanpa ia memikirkan konsekuensi berupa dosa atas pilihannya untuk berbuka tanpa didasari oleh alasan yang syar'i.

Oleh karena itu fikir lah sebelum bertidak dan renungi sebelum memutuskan pilihan. Sebagaimana amanat yang terkandung dalam firman allah (q.s al -jaljalah:7-8)
“Setiap pilihan ada konsekuensi yang harus di tanggung " barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah maka ada balasannya dan barang siapa yang mengerjakan keburukan sebesar biji zarah pasti ada balasannya juga”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STOP NORMALISASI HAL NYElENEH