Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia tidak lepas dari peran kyai dan santri.
![]() |
Peringatan Hari Santri |
https://mustarianje01.blogspot.com/2023/10/sejarah-kemerdekaan-republik-indonesia.html
Indonesia yang bermayoritas muslim menjadi suatu kekuatan besar dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Lembaga pesantren sudah menjadi jamur di negara yang mayoritas muslim terbesar di dunia sehingga mampu melahirkan ribuan bahkan jutaan santri dan kyai.
Sejarah kemerdekaan Indonesia ditandai dengan pembacaan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah setelah Amerika Serikat membom kota Hiroshima dan Nagasaki.
Belanda Sebagai negara penjajah yang telah lama menjajah Bangsa Indonesia tidak menginginkan kemerdekaan itu terjadi hal ini ditandai oleh sikap Belanda yang kembali menguasai Indonesia terutama gedung-gedung penting yang berada di sekitaran pelabuhan di Surabaya.
Semangat jihad para kyai dan santri untuk mempertahankan kemerdekaan mendorong mereka untuk bertempur melawan Belanda. Pertempuran demi pertempuran pun tidak dapat dihindarkan lebih khususnya dari kalangan kyai dan santri yang didasar gelora jihad yang membara dalam mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia dari penjajah.
Melihat semangat dan antusias para kyai dan santri di berbagai wilayah di pulau jawa dalam melawan para penjajah Belanda sehingga diputuskanlah resolusi jihad pada 21-22 Oktober 1945 di Surabaya tepatnya di kampung Bubutan oleh KH. Hasyim Asy'ari.
Resolusi jihad pada 21-22 Oktober oleh kyai haji Hasyim Asy'ari dapat membakar semangat para santri dan kyai serta masyarakat Surabaya untuk terus melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda yang berusaha menguasai kembali wilayah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus1945.
Mengenang jasa para santri dan kyai
Untuk mengenang jasa para santri dan kyai dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya maka diputuskanlah hari santri jatuh pada 22 Oktober yang diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 15 Oktober 2015.
Lahirnya hari santri dapat dimaknai sebagai suatu titik balik untuk menghadirkan kembali semangat perjuangan para santri pasca kemerdekaan dalam mengatasi berbagai problematika umat saat ini, sekaligus untuk mematahi statement lama yang mengatakan bahwa santri tidak bisa melakukan apa-apa.
Maka, dengan ditetapkannya 22 Oktober sebagai hari santri diharapkan mampu untuk membangkitkan peran santri dalam mengatasi problematika umat sebagaimana dahulu peran santri telah dibuktikan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari kaum penjajah Belanda.
Sehingga santri tidak lagi dipandang sebagai kaum yang kumuh tetapi dipandang sebagai kaum yang menjadi solver dari berbagai problematika umat terutama yang terjadi pada saat ini.
Angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah klasik, maka Sudah saatnya santri tampil menjadi garda terdepan memberikan solusi dengan melahirkan santri yang produktif sehingga mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas baru dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan yang mandiri.
Maraknya kasus korupsi dan cacatnya supremasi hukum menjadi masalah serius di negeri ini. Maka saatnya santri tampil untuk bersuara lantang meneriakkan kebenaran dan membuka tabir tabir kepalsuan demi terwujudnya negara yang berkeadilan dan bermartabat.

Mantabbb
BalasHapus