Memasuki hari ke-18, konflik antara Israel dan Palestina tidak kunjung mereda.
https://mustarianje01.blogspot.com/2023/10/memasuki-hari-ke-18-konflik-antara.html
Paskah serangan 7 Oktober oleh sayap militer pembebasan Palestina (Hamas) menembakkan kurang lebih 5000 roket ke wilayah Israel sehingga mengakibatkan 700 orang warga Israel meninggal dunia.
Tercatat 6 kali pertempuran besar yang terjadi antara Israel-Palestina selama 100 tahun lebih perang antara Israel-palestina yang dimulai pada 2 November 1917, maka serangan yang dilancarkan Hamas sejak 7 Oktober lalu menjadi yang mematikan.
Menanggapi serangan Hamas 7 Oktober 2023 yang lalu, perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan perang terbuka melawan Hamas dan menghancurkan jalur Gaza.
Maka sejak saat itu Israel melancarkan serangannya ke jalur Gaza secara membabi buta di mana Israel menembakkan roket-roketnya sehingga mengakibatkan bangunan-bangunan hancur dan korban jiwa mulai dari bayi hingga lansia berjatuhan di pihak Palestina.
Tidak cukup sampai di situ, keganasan Israel tidak hanya berperang melawan Hamas tetapi Israel juga membunuh warga sipil dan menjatuhkan bombom di tempat-tempat umum seperti sekolah dan rumah sakit yang dijadikan tempat perlindungan paling nyaman bagi warga sipil Palestina selama ini sebenarnya.
Perang Israel Palestina kini sudah memasuki hari ke-18, hingga saat ini sudah ribuan baby, anak-anak, wanita maupun lansia yang menjadi korban sejak serangan Hamas 7 Oktober 2023 yang lalu ke Israel di pihak Palestina.
Hampir di setiap peperangan tidak hanya peperangan yang dilakukan oleh Israel dan Palestina maka yang menjadi tumbal pasti akan bercokol pada masyarakat sipil
Peran media dalam konflik Israel Palestina saat ini.
Saat ini kita menyaksikan informasi di berbagai lini media mainstream, media massa maupun media sosial tentang situasi Gaza Palestina yang luluh lantah di bombardir oleh Zionis Israel saat ini.
Perkembangan situasi konflik di jalur Gaza antara Israel dan Hamas dapat kita ketahui melalui pemberitaan di televisi maupun media sosial. Sehingga setiap hari kita disuguhkan dengan berita-berita yang sangat menyayatkan hati ketika melihat kehancuran yang ada di jalur Gaza serta mayat-mayat yang bergeletakan di tanah yang ada di mana-mana.
Namun sangat disayangkan, berita yang disuguhkan oleh media baik lokal maupun nasional selalu menampilkan korban pemboman yang ada di Palestina, hal ini seolah-olah media ingin memperlihatkan kelemahan dari Palestina itu sendiri sehingga serangan tujuh Oktober oleh Hamas hanya sebagai pemantik kemarahan dari Israel itu sendiri tanpa ada perlawanan yang berarti dari kelompok Hamas setelah serangan itu.
Jarang sekali bahkan hampir tidak kita temukan media yang memberitakan tentang kemajuan serta upaya yang dilakukan Hamas dalam melawan jenis Israel termasuk teng-teng Israel yang dihancurkan oleh pasukan Hamas belum lagi pos-pos kendali/pos keamanan Israel yang diporak-porandakan oleh Hamas.
Sehingga, bila hal ini tidak dimunculkan dalam pemberitaan di media-media masa tentu akan melahirkan stigma negatif dari dunia terhadap kelompok Hamas sebab, di awal Hamas begitu agresif melakukan serangan yang mengejutkan dan media pun menyorot betul mengenai kejadian itu, namun setelah penyerangan itu seolah-olah pemberitaan terkait dengan perlawanan Hamas lenyap begitu saja.
Kelemahan atau Strategi Israel serangan Hamas 7 Oktober
Kita ketahui bahwa negara Israel memiliki alat militer tercanggih di dunia yang mampu menangkis serangan-serangan roket yang akan masuk ke wilayah Israel yaitu Iron Dome.
Tetapi, Iron dome yang dimiliki oleh Israel seolah-olah tidak berfungsi atau hilang kecanggihannya sehingga roket-roket yang ditembakkan oleh Hamas ke Ashkelon mampu menembus pertahanan Israel yang selama ini dibangga-banggakan.
Tentu kita sebagai pendukung Palestina agar merdeka dari penjajahan zionis Israel melihat hal itu merasa senang dan bahagia karena roket-roket Hamas berhasil menembus pertahanan Israel sehingga membuat Israel panik dan ketakutan.
Coba jauhkan dulu rasa senang kita saat melihat Hamas berhasil menembus benteng pertahanan Israel sebab, kita ketahui bahwa bila dibandingkan kekuatan yang dimiliki oleh Israel dan yang dimiliki oleh Hamas tentu perbandingannya sangat jauh dan konflik antara Israel dan Hamas selain karena faktor politik juga tidak terlepas dari konflik agama.
Sementara Israel memiliki ambisi besar untuk menguasai sepenuhnya wilayah Palestina termasuk jalur Gaza. Maka saya berspekulasi setelah melihat apa yang terjadi di jalur Gaza saat ini, maka bisa jadi suksesnya pasukan Hamas menembakkan roket ke wilayah Israel pada 7 Oktober yang lalu bagian dari strategi Israel untuk memberikan kesempatan kepada Hamas menciptakan suasana perang sehingga hal ini yang menjadi alasan kuat bagi Israel untuk membor bordir wilayah jalur gajah yang mana nantinya wilayah ini akan dikuasai oleh Israel apabila Hamas terkalahkan.

Komentar
Posting Komentar