PERJALANAN MENUNTUT ILMU DI STAIL JAWA TIMUR

Foto paska sidang skripsi  

TAMAT SMK

Paska lulus  dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  pada tahun 2017 yang lalu, keinginan untuk melanjutkan pendidikan dibangku kuliah sangatlah tinggi. Namun amat sangat sulit untuk menemukan kampus yang biaya SPP-nya terjangkau. Sebagai seorang yang terlahir dari keluarga serba keterbatasan dalam hal ekonomi membuat keinginan untuk kuliah menjadi sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. 

Disaat yang membingungkan sehingga mengaharuskan berpikir lebih keras untuk menemukan solusi antara besarnya keinginan untuk kuliah tetapi terhambat oleh biaya atau memilih untuk bekerja tanpa harus melanjutkan pendidikan cukup sampai pada lulusan SMK saja.

Jika memilih untuk melanjutkan kuliah, maka konsekuen mengalami kegagalannya besar. Namun, jika memilih untuk bekerja dan pendidikan itu hanya sampai ditingkat SMK,  maka konsekuen ketinggalan ilmunya dari teman-teman yang lainnya akan menjadi kenyataan.

Ditengah kebingungan untuk memilih diantara kedua pilihan itu datanglah sebuah solusi dari seorang teman yang juga merupakan tetangga rumah memberi kabar bahwa ada kampus swasta yang menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswanya yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam (STIT-HIBA).

Satu dari Kedua pilihan yang membingungkan diatas kini telah mendapatan jawaban bahwa saya masih memiliki harapan untuk bisa mewujudkan impian melanjutkan pendidikan dibangku kuliah melalui jalur beasiswa. Namun sayangnya, nasib baik belum berpihak kepada saya ditahun itu. Setidaknya ada dua asbab yang menjadikan impian saya gagal untuk melanjutkan kuliah ditahun itu adalah keterlamban mendapatan informasi dan terkendala pada biaya transportasi. Dua hal inilah yang mengharuskan saya mengelus dada sedalam-dalamnya untuk menerima kenyataan yang ada pada saat itu, tentu ini bukalah salah siapa-siapa tetapi saat itu saya menyadari bahwa inilah jalan hidup yang digariskan oleh allah untuk saya dan harus menerimanya dengan ikhlas.

BEKERJA DI BALI

Foto, Saat bekerja di Dairy Queen Bali 

Karena sudah dipastikan gagal untuk melanjutkan kuliah tahun itu ke Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah  Batam, maka saya berikhtiar dengan cara merantau ke-bali untuk mencari pekerjaan disana dengan harapan dari hasil pundi-pundian yang terkumpul dari pekerjaan di bali nantinya akan bisa membawa saya untuk mewujudkan impian melanjutkan pendidikan dibangku kuliah ditahun depan.

Pulau bali menjadi tempat pilihan untuk menenangkan hati dan pikiran agar mengurangi rasa frustasi karena kegagal melanjutkan kuliah di batam. Dari labuan bajo menuju bali melalui jalur laut dengan menaiki kapal sirimau selama 2 hari dan 2 malam perjalanan. 

Kepustusan untuk merantau ke bali diambil tanpa mempertimbangkan segala resiko yang akan dihadapi, pada saat itu pilihannya hanya pergi dan benar saja. Pilihan untuk pergi bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi justru melahirkan sebuah masalah baru.  

Saat hendak membeli tiket dipelabuhan, ternyata baru diketahui kalau sisa uang yang dimiliki tidaklah cukup, harga tiket Rp. 310.000 sementara uang yang ada di dompet hanyalah Rp. 120.000. Untuk mencari tambahan uang tiket, saya kemudian menghubungi kakak yang saat itu juga hendak ke Bima NTB. Sehingga dengan bantuan kakak maka tercukupilah uang untuk membeli tiket.

Dalam perjalanan menuju Bali, uang yang tersisa dari pembelian tiket hanyalah Rp.50.000 sementara perlengkapan mandi belum ada, sepupu yang ada di bali juga belum dihubungi bahkan kedatangan saya ke bali tanpa sepengetahaun beliau sebelumnya ditambah lagi hp yang sedang saya pakai tidak memiliki pulsa untuk menghubunginya sebelum berangkat dari Labuan Bajo.

Setiba dipelabuhan Benoa Bali pada pukul 24:00 malam, saya meminta bantuan sesorang yang merupakan sesama penumpang kapal sirimau dengan saya untuk menghubungi sepupu untuk jemput dipelabuhan. Mengetahui saya ada dipelabuhan Benoa Bali, sepupu saya  dengan perasaan kaget setelah mengetahui saya dipelabuhan benoa segera menjemput saya dipelabuhan. Dari pelabuhan menuju kos tempat  dia tinggal selama 30 menit perjalanan menggunakan sepeda motor. 

Kemudian saya bekerja di bali selama satu tahun mulai dari bulan Juli 2017 sampai Juli 2018 dan kemudian pada bulan agustus 2018 langsung ke Jawa tepatnya di pondok pesantren hidayatullah Surabaya untuk melanjutkan pendidikan dibangku kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim SURABAYA (STAIL) 

INFORMASI TENTANG STAIL

Satu tahun berikutnya tepat di tahun 2018 saya dapat mewujudkan impian untuk kuliah di kampus bebas biaya alias kampus beasiswa penuh tetapi bukan lagi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam (STIT-HIBA). Melainkan Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim Surabaya  (STAIL).

Informasi ini saya dapatkan berkat bantuan dari seorang teman yang saat itu merupakan mahasiswa semester IV fakultas tarbiyah di Seoklah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (STAIL)  sebut saja namanya "Faqihul Mubin" dimana saat itu beliau menge-chat saya melalui pesan messenger untuk menanyakan saya kuliah dimana.? Saya hanya menjawab pertanyaan tersebut bahwa Kalau saya belum  kuliah. Atas saran dan petunjuk dari beliau, sayapun akhirnya datang ke Surabaya tepat pada tanggal 12 dibulan agustus 2018.

Dari peristiwa diatas, saya mendapatan sebuah pelajaran yang cukup berharga bahwa sesungguhnya kegagalan yang saya alami ditahun 2017 untuk melanjutkan kuliah di STIT- HIBA bukalah sebuah kehancuran tetapi sebuah kesuksesan yang tertunda yang dapat  diwujudkan pada tahun berikutnya yakni 2018 di STAIL surabaya.

PEROSES PENDAFTARAN DI STAIL

Saat penyiapan berkas yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran sebagai calon mahasiswa baru di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim Surabaya, saya dibantu oleh seorang ustadz yang merupakan pengasuh mahasiswa saat itu sebut saja namanya "ustadz khairu" asli dari aceh. 

Setelah proses pendaftaran selesai, selanjutnya semua calon mahasiswa baru wajib mengikuti serangkaian tes untuk diterima sebagai Mahasiswa yang sah di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim Surabaya. Diantara rangkaian tes yang harus kami ikuti sebagai calon mahasiswa baru adalah tes tulis berupa kisi-kisi soal yang terdiri dari soal bahasa Arab, bahasa inggris dan bahasa Indonesia. Kemudian tes Wawancara, tes baca dan hafalan al-qur'an.

Dari 61 Calon mahasiswa yang mengikuti rangakain tes, hanya 60 orang yang diterima sebagai mahasiswa baru oleh STAIL. Sehingga, dari 61 calon mahasiswa baru satu diantarany dinyatakan tidak lulus. Bagi mahasiswa baru dinyatakan lulus dari beberapa rangkaian tes kemudian berhak untuk mengikuti rangakaian kegiatan ospek yaitu orientasi pengenalan lingkungan dalam kehidupan kampus selama 4 Hari 4 malam yang diselenggarakan lingkungan kampus STAIL surabaya.

PINDAH KE KAMPUS II STAIL PANCENG 

Foto, gotong royong ratakan aspal 

Setelah rangkaian ospek selesai dan telah resmi menjadi mahasiswa semester satu. Lalu kemudian dipindahkan ke Kampus II yang berada di panceng kab. Gresik Jawa Timur yang berjarak sekitar 70 Km. dari kota surabaya dengan jarak tempuh menggunakan bus kurang lebih 2 jam perjalanan.

Disinilah tempat kami memulai kehidupan baru, di tempat baru, dengan teman baru  yang datang dari berbagai daerah di indonesia  dari aceh hingga papua berkumpul menjadi satu di kampus II Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim Panceng Gresik.

Saat pertama kali kami menginjak kaki di Kampus II Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim Panceng kab. Gresik, kami harus dihadapkan dengan sebuah kenyataan hidup ditempat yang jauh dari hiruk pikuk keramaian, tempatnya gersang tepat berada ditengah-tengah bukit batu kapur.

Ditempat ini kami ditempa untuk menjadi kader yang mujahid, kader yang tangguh dan kader yang diharapkan sebagai pelita pembawa cahaya kebenaran ditengah-tengah umat. Disinilah kami digembleng sedemikian rupa mulai dari asrama, masjid maupun dapur. semuanya diatur, kapan waktunya tidur dan waktunya bangun, kapan waktunya makan dan siapa yang akan menjadi tim khidmat semuanya di atur dalam jadwal piket, waktu dimasjid mulai dari kapan dan sampai kapan semuanya telah tersusun rapi dalam buku panduan asrama.

Ditempat ini, tidak ada hari terlewatkan tanpa kerja, pada hari kedua berada di tempat ini kami saling bersinergi secara gotong royong membangun gazebo sebanyak 15 buah yang dibantu oleh beberapa senior yang turut ikut mengantari kami dari Surabaya, gazebo-gazebo ini dibangun guna untuk dijadikan sebagai tempat menghafal al-qur'an dan berhalaqoh nantinya. 

Demikianpun dengan malam, tidak ada malam yang terlewatkan tanpa sholat lail secara berjamaah dimasjid. Sejak awal kehadiran kami dipanceng benar-benar dipapah untuk membiasakan bangun malam melaksanakan sholat lail secara berjamaah di masjid dimulai dari jam 3 hingga menjelang subuh. Setelah subuh kemudian dilanjutkan dengan halaqoh qur'an.

Selepas halaqoh qur'an, semuanya kembali ke asrama untuk mengganti pakaian dan dilanjutkan dengan melakukan kerja bakti yang telah dibagikan kedalam beberapa kelompok untuk membersihkan halaman Masjid, Asrama, Gazebo dan halaman rumah para Asatidz. Kegiatan seperti ini menjadi sebuah rutinitas setiap pagi sebelum sarapan dan setelah Itu diteruskan dengan kegiatan bersih bersih diri seperti mandi, mencuci untuk persiapan belajar yang dimulai pukul 09:00 pagi sampai dzuhur.

Selama satu tahun masa penggemblengan dipanceng, kegiatan perkuliahan masih sebatas belanjar bahasa seperti bahasa arab, bahasa inggris juga belajar baca Kitab (nahwu shorof). Selain itu, ada beberapa  target yang harus dicapai oleh mahasiswa selama satu tahun dipanceng dan akan menjadi syarat untuk bisa lanjut ke surabaya. Diantaranya:

1. Lulus Tahsin baca qur'annya

2. Dasar dasar ilmu nahwu shorofnya sudah dikuasai 

3. Tercapai target hafalan 2 juz

4. Terbebas dari pelanggaran pelanggaran berat seperti mencuri, merokok, berpacaran,  narkoba dan lain-lain. 

Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim Surabaya. Menetapkan syarat kelulusan bagi kadernya dengan tiga hal yaitu Menyelesaikan hafalan al-qur'an 5 juz,  lulus Baca kitab kuning (kitab gundul) dan menyelesaikan ujian skripsi. Ketiga syarat diatas harus dipenuhi oleh Mahasiswa semester akhir untuk bisa di wisudakan. Jika satu diantara Ketiga syarat diatas tidak dipenuhi maka akan diberikan penangguhan untuk menyelesaikan selama dua tahun.

Sejak kampus II STAIL  panceng Gresik berdiri, Kami adalah angkatan yang ke-18. Dari  18 angkatan yang masuk dikampus II STAIL panceng, tidak ada satu angkatanpun yang Saat masuk panceng 60 orang dan kembali ke Surabaya juga 60 orang,  tentu akan ada yang harus dieliminasi. Hal Ini Karena memang seleksi alam yang begitu keras sehingga bagi mereka yang tidak kuat untuk menghadapinya maka dengan sendirinya akan terpintal. 

Tantangan terberat yang dihadapi oleh mahasiswa selama di kampus II STAIL panceng adalah daerahnya yang gersang sehingga hal inilah yang menjadikan tempat ini kekurangan air. Untuk mendapatan air, kami harus membawa jerigen untuk mengambil air sumur tanah diladang milik warga yang berjarak sekitar 500 meter dari kampus.

Krisis air yang dialami oleh mahasiswa kampus II STAIL panceng kab. Gresik selama bertahun-tahun sudah dapat diatasi diakhir-akhir masa angkatan kami dipanceng. Sebuah ide dari seorang simpatisan untuk memanfaatkan air hujan dengan cara menggali sumur resapan agar air hujan bisa tertampung ditempat galian sumur resapan tersebut sebagai suku cadang air ketika musim kamarau tiba dan ide sukses hingga kini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STOP NORMALISASI HAL NYElENEH

TANTANGAN DIMASA MUDA