Memahami Cinta yang sebenarnya.


Mustari san karir muda
Cinta merupakan sebuah anugrah terindah dari allah kepada mahkluk bernama manusia yang tidak diberikan kepada makhluk selainnya.

Allah menempatkan manusia sebagai makhluk yang special melebihi para malaikat dan jin, sehingga sangat wajar jika allah menganugrahkan kelebihan pada manusia dengan menanamkan perasaan cinta dalam hatinya.

Dengan cinta, manusia akan saling menghormati, saling menyanyangi, peduli antar sesama serta hidup secara  rukun dan aman dalam kehidupan sosial maupun berbangsa dan bernegara.

Cinta sungguh sangat dahsyat pengaruhnya terhadap kehidupan seseorang. Sebab, dengan Cinta mampu merubah segalanya. Dengan cinta hitam akan terlihat menjadi putih, jelek akan terlihat cantik, marah akan berubah menjadi kasih sayang, pelit akan berubah menjadi dermawan dan seterusnya.

Cinta itu letaknya di hati bukan diperasaan, sifat dari cinta adalah memberi bukan meminta. Sehingga cinta mampu memberikan kasih sayang, memberikan perhatian dan memberikan empati kepada siapa saja.

Cinta tidak berharap akan balasan atau imbalan tentang sebuah pemberian. Karena cinta itu lahirnya dari dalam hati yang tulus dan ihklas.

Cinta tidak diukur dari seberapa besar pengorbanan yang diberikan, tetapi cinta diukur seberapa dalam keihlasan seseorang dalam pemberian.

Cinta yang ihlas tidak akan mengenal kata kecewa atau penyesalan jika semua pemberian dan pengorbanan tidak mendapatkan balasan.

Alangkah malangnya seseorang, saat dia jatuh cinta pada orang lain. lalu kemudian, dia melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang yang dia cintai. 

Sehingga, dia rela mengorbankan apa saja demi menyenangkan hati kekasihnya. namun, semua itu seolah sirna ditelan bumi.

Semua harapan, impian dan cita cita untuk memiliki lenyap begitu saja apabila yang di cintai pergi bersama dengan orang lain maka, sia-sialah semua pengorbanan karena yang diharap pun tidak tercapai. 

Kini hanya meratapi yang telah terjadi dengan penuh rasa kecewa, penyesalan dan frustasi yang berkepanjangan bahkan sampai ada yang bunuh diri.

Ini membuktikan cinta yang tidak tulus. Karena cinta diukur dari besarnya financial yang di korbankan, Sehingga, akan membuat kecewa apabila suatu keinginan tidak tercapai. 

Namun, akan berbeda jika cinta itu dibangun diatas hati yang penuh keihlasan. Apabila cinta di dasari oleh hati yang ihlas maka, tidak akan ada penyesalan apabila yang diperjuangakan tidak berhasil mendapatkannya. tetapi dia akan bersabar  dan dia akan bersyukur bila memilikinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STOP NORMALISASI HAL NYElENEH

TANTANGAN DIMASA MUDA