Hikmah Q.S al-baqarah 183
Oleh: mustarianje71873@gmail.com
Memahami pesan yang terkandung dalam firman allah surah al-baqarah ayat 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Wahai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Ayat ini mengajarkan kepada kita tetang siapa yang boleh berpuasa, tujuan dari puasa serta apa yang mestinya kita dapatkan setelah puasa ini nantinya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا .1
Puasa adalah sebuah ibadah yang istimewa, keistimewaan puasa ini karena sifatnya yang tersembunyi. Sebab, orang yang menjalankan puasa tidak Sperti ibadah lainnya seperti sholat, ketika orang melaksanakan sholat tentu sangat mudah di ketahui orang karena ada prakteknya yang dilakukan baik di tempat umum maupun di tempat tersembunyi. Selain itu, puasa juga hanya bisa dilakukan oleh orang-orang beriman sebagaimana yang disebutkan pada awal ayat ini " wahai orang-orang beriman" sehingga puasa tidak sah jika dilakukan oleh orang-orang yang bukan beriman.
عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ.2
Setiap yang beriman, maka ada kewajibkan baginya untuk berpuasa apabila ia telah baliq. Puasa bagian dari konsekuensi yang harus ditunaikan. Sehingga keimanan itu membekas dalam segala amal perbuatan. sebab, puasa merupakan suatu proses untuk melatih diri agar bersikap lemah lembut, berkasih sayang, peduli sesama, bersabar, pemaaf dan ikhlas.
Jadi, Proses ini dapat merubah yang tidak baik menjadi baik sebagai mana yang disebutkan diatas. Sehingga dapat mengantarkan seseorang meraih predikat takwa sebagai output dari puasa yang dikerjakan selama dibulan ramadhan.
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ.3
Sebagai output yang dicapai bagi seseorang yang beriman telah melewati proses 1 bulan penuh dibulan ramadhan adalah predikat takwa. Sehingga harapan yang didapatkan setelah kita melewati bukan ramadhan ini adalah ketakwaan. Ketakwaan yang bisa diplikasikan dalam kehidupan melalui perubahan sikap dan perbuatan, dari yang sebelumnya tidak berjamaah lalu kemudian berjamaah, dari yang sebelumnya tidak pernah 5 waktu lalu kemudian tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu.
Komentar
Posting Komentar