CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI PENASEHAT


Dalam sebuah kisah, suatu ketika rasulullah melewati sebuah perkumpulan para sahabat yang sedang asik bersenda gurau sambil tertawa berbahak-bahak, sehingga gigi mereka terlihat jelas. kemudian rasulullah mendatangi mereka dan mengupulkan mereka dalam satu tempat. Pada saat itu, Nabi mengingatkan para sahabatnya dengan kematian. “hari ini kalian bersenda gurau, berkumpul bersama, tertawa bersama hingga hingga kalian lupa bahwa suatu sa’at nanti kalian akan dipisahkan oleh maut yang datang kepada tiap tiap insan yang bernyawa”.

Kematian adalah sesuatu yang pasti adanya. bila diibaratakan, dia bagaikan tamu yang tidak butuh diundang dan tidak perlu diundang. Sebab, kematian datang kapan saja, dimana saja dan kepada  siapa saja. Sebagaimana berfirman allah كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ "tipa-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati" (q.s. al-anbiya; 35).

Hidup ini bukanlah untuk selamanya, tetapi kehidupan ini diumpakan sebagai seorang musyafir yang sedang mengumpulkan bekal menuju negri yang dituju akhirat. Nabi berwasiatkan kepada umatnya ”persiapkan bekal, sesungguhnya perjalanan ini masih panjang”. Makna dari wasiat ini bahwa kematian bukanlah terahir dari segalanya tetapi kematian sebagai awal perjalanan menuju kehidup yang kekal yakni kehidupan akhirat.

Sebelum kematian itu datang, maka persiapankan bekal menuju kehidupan yang abadi. Sebagaimana allah  firmankan وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ “berbekalah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaku hai orang-orang yang berakal” (q.s. al-baqarah; ayat 197).

ada saatnya hidup dan masanya mati. keduanya sudah menjadi kadarullah yang telah ditentukan batas waktunya, sehingga seorang hamba tidak akan bisa lari dari kematian itu. sebagiamana firman allah اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ “dimana saja kamu berada, kematianm akan mendapati kamu kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh” (q.s. an-nisa ;78). Kematian bukanlah untuk ditakuti dan tidak juga harus didatangi atau dijemput, tetapi kematian untuk dinanti sembari mengumpulkan bekal dalam menyambut kedatanganya.

Allah menjadikan hidup dan mati untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ (q.s. al-mulk; ayat 2). Hidup dan mati untuk meguji batas keimanan seseorang. Bila ia hidup maka dipergunakan untuk apa masa hidupnya, ketika ia telah mati maka amalan apa yang ia bawa dalam kematian itu.

Kematian sebagai pengingat dan wasilah bagi yang masih hidup, bahwa suatu saat kita akan mengalami mati. Sebagiamana saudara, kerabat dan orang tua kita. Yang kini telah mendahului kita dan sudah menjadi hal yang pasti suatu saat kita juga pasti menyusul.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara untuk mengingat kematian itu. Yakni, dengan sesering mungkin melakukan ziarah kubur, dengan membaca do’a  yang pernah diajarkan oleh baginda nabi “assalamulaikum ya ahlal kubur yagfirullahalana walakum wa antum salafuna wa nahnu bil asthar”. Keselamatan kepada kalian wahai penduduk kubur, sungguh kalian telah mendahului kami didunia ini dan suatu saat kami akan menyusul kalian.

Resiko hidup adalah mati. Mati tidak menuggu kita sakit tidak juga menuggu kita tua. Karena, berapa banyak orang sehat mati tanpa menagalami sakit dan berapa banyak anak mudah mati tidak harus  menunggu tua.

Kematian tidak mengenal kasih sayang, kematian tidak mengenal persahabatan, kematian tidak memandang status dan jabatan, kematian tidak hirau dengan gelar dan pangkat. Semuanya akan didatangi oleh malaikat pencabut nyawa (ijra’il). Bila nyawa telah dipisahkan dari jasad. maka, kesempatan untuk beramal sudah tidak ada lagi.

Allah berfirman dalam (q.s al-ashar 1-3) sesunggungnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali tiga golongan. Golongan yang pertama yakni orang yang meng-esakan allah, menyakini dengan sepenuh hati dan senantiasa menjalakan printah allah dan menjauhi segala larangannya. Golongan kedua yakni orang yang senantias menasehati dalam kebenaran dan kebaikan. Dan golongan ketiga yakni orang yang senantiasa menasehati dalam kesabaran. Kesabaran dalam menjalakan kewajiban dan sabar dalam meninggalkan larangan allah.

Ketika roh telah dipisahkan dari jasa, maka semuanya terlihat kaku dan tak berdaya walaupun fisiknya kelihat utuh dan sempurna, namun semuanya sudah tidak dapat difungsikan lagi seperti pada saat roh dan jasab masih bersatu. Mata yang dulunya untuk melihat sekarang telah terpejam, mulut yang dulunya berbicara sekarang telah bungkam, kaki yang dulunya untuk berjalan kini sudah tak berfungsi lagi.

Sekarang tinggal menunggu keranda untuk diantar ketempat persinggah terakhir yakni kubur. Dikubur inilah akan dibaringan jasad seorang mayit untuk selamanya dan temapat ini pulalah yang layak baginya. Kaum kerabat, saudara, keluarga hingga istri tercinta akan meninggalkan seorang mayit tanpa ditemani oleh siapa-siapa.

Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa; ketika anak adam meninggal, maka terputusalah amalannya kecuali 3 yakni; doanya anak sholeh/sholeha, ilmu yang bermanfaat yang pernah diajarkan kepada orang lain, dan harta yang pernah dikeluarkan dijalan allah.

Dihadist yang lain berbunyi; ada tiga yang akan mengantarkan mayit menuju persinggahannya (kubur) namun duanya pulang hanya satu yang akan menemaninya hingga kedalam liang lahat yakni, dua yang pulang adalah harta dan keluarganya sedangkan yang akan menemaninya kedalam kubur adalah amal ibadah yang ia kerjakan selama masa hidupnya didunia

Semua harta dia tinggalkan, pangkat dan jabatan di tanggalkan, perhiasan yang dibangga- banggakan saat hidup. Kini telah berganti nama, sementara diri hanya dibungkus dengan kain kafan, dan hanya itulah yang layak bagi dirinya menuju tempat pembaringan terakhirnya..***

Semoga rubrik ini dapatkita jadikan sebagai bahan renungan bagi pembaca, terlebih khusus bagi penulis sendiri dan kita semua pada umunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STOP NORMALISASI HAL NYElENEH

TANTANGAN DIMASA MUDA