Rihlah diatas jalan ilmu
Bersama teman² Gema Pembebasan Mahasiswa (GEMA) Surabaya. Melakukan perjalanan Rihlah dari surabaya menuju trawas kab. Mojokerto jawa timur.
Berangkat pada pukul 14:00 bersama rombongan berjumlah 11 orang menggunakan mobil daihatsu.
Perjalanan surabaya-trawas dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam 30 menit. Sebelum sampai ke trawas, kami bersama rombongan singgah dilokasi pembangunan properti milik pak rijal disidoarjo.
Kami tiba ditempat pak rijal sekitar pukul 18:00. Hari mulai gelap, perjalanan menuju trawas masih 1 jam lagi. Hujan deras mewarnai perjalanan kami sore itu.
Pak rijal bersama adiknya menyambut kedatangan kami dengan hangat, bersama pak rijal dan adiknya, dikantor ia bekerja kami menunaikan sholat magrib secara berjamaah. selepas sholat magrib, pak rijal bersama adiknya menyuguhkan kami air putih dengan buah dan cemilan.
Sambil menikmati hidangan yang diberikan tuan rumah, kami juga mendengarkan cerita pak rijal mengenai sejarah perjalanan bisnis bersama adiknya.
Pak rijal meniti karir bisnis bersama adiknya dimulai sejak dibangku kuliah Disurabaya sejak tahun 2010.
Saya memulai bisnis ini bersama adik saya dengan modal yang sangat kecil, bisnis itu dimulai dari menjual sepatu, sandal dan kurma. Semuanya kami beli di pasar ampel kemudian kami menjualnya kembali kepada teman-taman dikampus. Dan ternyata bisnis kami laris.
Kami menekuni bisnis sandal, sepatu dan kurma itu sejak 2010-2020. 10 tahun lamanya.
Sehingga pada tahun 2020 kami merasa ada kecukupan modal untuk memulai bisnis dibidang properti. hingga saat ini, kami telah memasuki tahun ke-2 dibisnis properti.
Adapun rahasia kesuksesan kami dibisnis sandal, sepatu dan kurma selama 10 tahun adalah membagun kepercayaan pelanggan dan klien yang bergabung dengan kamu.
Membagun kepercayaan dari semua pelanggan dan klien tentu tidaklah mudah. oleh karena itu, kami selalu berusaha untuk bersikap jujur dan sabar dihadapan pelanggan dan klien kami.
Selain membagun kepercayaan, hal lain yang kami lakukan adalah kedisiplinan waktu. Banyak orang yang menganggap bahwa, ketika kita punya usaha sendiri maka kita tidak lagi terikat dengan waktu bekerja sebagaimana ketika kita bekerja di kantor atau perusahaan orang.
Tenyata anggapan dan prinsip seperti itu membuat bisnis tidak bisa berkembang, dan sangat berpotensi untuk jatuh bangkrut. Maka kami mencoba merubah pola pikir semacam itu. kita tetap menerapkan jam kerja layaknya kita bekerja ditempat orang. Hal itu guna untuk menghidar dari menyinyikan waktu. Sehingga banyak waktu yang tidak dimanfaatkan untuk melakukan hal hal yang produktif.
Luar biasa ustad
BalasHapus