Forum Silaturahmi Alumni MI Al-amin Kewitu
| Perasatuan Alumni MI Al-amin Kewitu |
Suatu kebanggaan tersendiri bagi pribadi saya, ketika melihat antusiasme dari semua rekan rekan alumni dalam perhelatan forum silaturahmi via zoom, tepat pada hari jum'at 05 nov. 2021 tadi malam.
Kegiatan forum silaturahmi ini sudah menjdi komitmen Persatuan Alumni MI Al-amin kewitu yang dibentuk sejak tahun 2017 yang lalu.
Persatuan Alumni MI al-Amin kewitu dibentuk atas dasar kesadaran dari semua Alumni, bahwa persahabatan dan kekeluargaan tidak terlekang oleh panas, da tidak dibatasi oleh waktu maka, nilai-nilai persaudaraan tetap kita jaga dimanapun kita berada. Persahabatan dan persaudaraan ini tetap kita rawat melalui forum silaturahmi.
Ada banyak manfaat yang diproleh dari Forum silaturahmi seperti ini, sebagaimana yang disamapaika oleh "Mustari" dalam sambutannya selaku ketua Persatuan Alumni MI al-Amin Kewitu.
“Manfaat yang diperoleh dari forum silaturahmi seperti ini diantaranya dapat memperpanjang umur, saling menasehati dalam kebaikan, saling mendoakan dalam kesuksesan, berbagi cerita dan pengalaman, selalu mendapatkan sugesti iman dan saling memotivasi dalam belajar”.
Forum silaturahmi yang dihadiri oleh seluruh alumni ini dengan mengusung tema; "PEMUDA PEMILIK PERADABAN". tema ini di ambil dari perjalanan sejarah peradaban manusia yang tidak terlepas dari peran pemuda.
Sebagaimana yang sampaikan oleh "abdulah sahir" sebagai pemantik pertama dalam forum silaturahmi ini.
“Dalam sejarah kemerdekaan negara Republik indonesia pada tahun 1945. Peran dan keterlibatan pemuda terekam dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, dimana para pemuda menculik kaum tua (Soekarna & Muh. Hatta) untuk segera membacakan proklamasi kemerdekaan indonesia di jakarta”.
Peristiwa ini dikenal dalam catatan sejara indonesia yang disebutkan dengan Rengas Dengklok.
Dalam sejarah peradaban islam yang di tandai dengan hadirnya ilmuwan dan filsuf islam yang berpengaruh di dunia sejak tahun 622 M–1258 M. Tidak terlepas dari ikut andilnya para pemuda di masa itu. Dalam catatan lembar sejarah peradaban islam. Salah satu kisah fenomenal tentang peran pemuda dalam peradaban islam yaitu peristiwa pembebasan konstantinopel dari kekaisaran romawi timur oleh Sultan Mehmed II atau yang sering kita kenal dengan muhammad al-Fatih (sang penakluk) pada usianya yang ke-21 tahun.
Sehingga, pemuda memiliki banyak prestasi dan pencapaian yang luar biasa dalam sejarah peradaban manusia.
Pemantik kedua dalam diskusi ini di sampaikan oleh "Taufik Hidayat" ia menjelaskan posisi pemuda dalam sejarah peradaban islam.
Generasi saat ini perlu banyak belajar dari kesuksesan pemuda masa lalu untuk menumbuhkan Ghiroh perjuangan dalam dirinya.
Tentu hal ini berawal dari kesadaran pada diri pemuda itu sendiri untuk mengenal eksistensinya sebagai nafas dari suatu peradaban itu sendiri.
Maka untuk mewujudkan kembali perdaban islam di masa kini. Pemuda harus mampu dan bisa mengimplementasikan ilmunya dalam keseharian dengan baik.
Pemuda hadir dalam kehidupan ini sebagai solusi, bukan hadir membawa masalah. Kita cerminkan dalam diri kita bahwa kita adalah pemuda yang berilmu, pemuda yang tangguh dan pemuda yang beriman.
Komentar
Posting Komentar