Bekal menuju pernikahan

@mustarianje71873

Siapa yang tidak ingin rumah tangganya aman, tenang, tetram, penuh cinta dan kasih sayang.?

Tentu semua kita menginginkan hal itu, tetapi untuk menggapainya tentunya tidaklah mudah. Mewujudkan hal yang sedemikian besar membutuhkan persiapan yang matang yang disiapkan jauh sebelum pernikahan itu terjadi.

Dalam islam, menikah adalah sunnah dari nabi muhammad saw. Dalam sabdanya "Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat)." (HR. Ibnu Majah no. 1846)"

Maka, bekal apa yang harus dipersiapkan oleh kedua calon pengantin sebelum menuju pernikahan.?

Sebagai seorang wanita dan nantinya akan menjadi ibu bagi anak², maka sikap dan ahklak yang baik terhadap suami itu merupakan bekal yang berharga.

Sifat penurut seorang istri terhadap suami menjadi cikal bakal terwujudnya rumah tangga yang aman, dan tentram.

Untuk para prampuan atau calon istri agar membekali diri kalian sedini mungkin dengan sikap penurut, tidak menjadi wanita yang banyak bicara apalagi banyak tanya ketika suami memerintahkan atau mengajaknya pergi.

Selagi perintah dan ajakan itu tidak menuju pada maksiat dan dosa maka, ikuti dan turuti ajakan tersebut dan usaha sebisa mungkin untuk menghidari segala bentuk perdebatan dengan suami.

Demikian juga dengan laki² atau para calon suami, kalian juga butuh bekal yang tak kalah pentingnya dari bekal yang dimiliki oleh para istri. Sebab, kedudukan seorang laki-laki dalan keluarga adalah pemimpin bagi anak-anak yang hadir akan datang dan istri.

Maka, seorang pemimpin harus punya ilmu yang banyak. Pemimpin tanpa dibekali dengan ilmu akan terbelangkai dalam menjalankan kepemimpinanya.

Tentu ilmu yang dimaksud oleh penulis disini adalah ilmu dalam memahami karakter, dan watak seorang wanita.

Karena ada sebagaian wanita yang menyatakan permintaan, keinginan atau penolakan sesuatu terhadap suaminya terkadang dengan diamnya, dengan marah atau yang lainnya.

Sehingga bentuk eksprisi yang ditunjukan oleh seorang istri harus bisa dipahami semua oleh seorang suami.

Memahami ketika istrinya diam, istrinya marah atau istrinya tersenyum.

Sebab tidak semua istri menyatakan keinginan nya di depan suami dengan kata² tetapi ada juga yang lewat ekspresinya untuk menyatakan keinginanya.

Oleh karena itu, suami harus mempunyai kepekaan dalam menanggapi semua ekpresi yang ditunjukan oleh seorang istri pada semuanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

STOP NORMALISASI HAL NYElENEH

TANTANGAN DIMASA MUDA