Memilih untuk Kembali
![]() |
| Foto; Perjalanan pulang ke surabaya |
Pandemi covid-19 wuhan china telah merebak diseluruh dunia, tak terkecuali indonesia.
Segala aktivitas tak sebebas pada mestinya, semuanya telah terbatasi baik jarak semuanya mengikuti mekanisme protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah.Hal ini juga terasa didunia pendidikan, dimana sistem pembelajaran menggunakan virtual atau online.
Pada bulan maret 2020 yang lalu, kampus kami pertama kali menerapkan sistem belajar jarak jauh. Sehingga semua mahasantri yang mengikuti program tahasus dipulangkan ke rumah masing-masing.
proses pembelajaran online telah berjalan selama satu tahun. Pemberlakuan sistem pembelajaran online di masa pandemi tentu memiliki sekelumit hambatan.
Diantara hambatan yang sangat dirasakan saat ini yakni biaya pulsa paket bulanan, dimana mahasantri dituntut untuk memiliki pulsa paket secara mandiri guna untuk mengikuti pembelajaran daring.
Semenjak pemberlakukan pembelajaran online dilebaga-lembaga pendidikan terutama dijenjang perguruan tinggi.
Maka biaya per kuliahan bertambah besar, dimana mulanya hanya biaya SPP perbulan, UKM persemester, dan biaya regist. Dimasa pandemi mengalami penambahan biaya perkuliahan daring (paket data).
Ditengah kondisi yang mengalami keterpurukan ekonomi, akibat wabah corona yang tak kunjung selesai. sementara kita dituntut untuk menambah beban biaya dalam menunjang keberlansungan perkuliahan.
Hal inilah yang mendorong saya untuk kembali ke kota metropolitan (surabaya), guna untuk melanjutkan karir yang pernah dibangun, namun karena wabah covid membuat karir ini di diliburkan sementara.
![]() |
| Jual beli online |
kembali untuk melanjutkan apa yang telah di rintis, selain mengharapkan ilmu yang diperoleh dari karir ini, jugapun pengalaman agar nanti dapat dikembangkan menjadi sebuah skill dibidangnya.
Walaupun keputusan untuk kembali ke kota metropolitan (surabaya) menuai banyak pertanyaan dalam diri dengan penuh keraguan.
Akankah langkah yang sedang saya ambil saat ini sebagai solusi.? Atau kah justru akan menimbulkan suatu kesulitan yang baru.?
Tentunya, ini bagian dari sebuah kenyataan hidup. Dimana pada saat ini dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan memilih, antara kembali untuk mencari solusi atau bertahan menerima kenyataan.
berkat iman dalam jiwa, yakin akan ada sang kuasa pemilik rahmat, memberikan jawaban atas apa yang menjadi kesulitan, mencoba untuk memulai dengan bismillah, meyakini sepenuh hati akan menemukan jawaban terhadap sekelumit peristiwa kehidupan.
*Selasa, 02 maret 2021*


Komentar
Posting Komentar